Halaman

13 Juli 2011

Hai Bung!. Jangan Hidup Didalam ke"GAJE"an

Tak banyak yang tahu bagaimana cara menghadapi dan mengatur kondisi ketika mereka berhadapan dengan orang lain. sekali pun ia pernah mendapatkan ilmu tentang itu.

Tak peduli dia pernah atau sedang menjabat pemimpin dalam kestrukturan. tapi. kalau ilmu untuk menghadapi dan mengatur kondisi itu tak dia dapati, sama saja dengan "besar mulut".
ayo bersatu dan merangkul
 Ketika ia memang sadar dengan kondisinya sebagai pemimpin katakanlah, maka ia harus sadar betul siapa dirinyal. Tak perlu hardikkan, gertakan, dan sampai hinaan. walaupun hal itu juga diperlukan pada kondisi tertentu. tapi, pastinya hal itu tak perlu dipaksakan setiap saat.

Dan yang paling menjijikan, ketika hanya menjadikan orang sebagai tameng atau cara untuk melihatkan bahwa ia adalah yang terbaik dan terhebat. Cuih, buang saja itu ke kali, atau campakkan saja ia. terlebih ketika penyakit ini telah menggerogoti, yang dinamakan dengan penyakit menang sendiri alias memaksakan kehendak alias sok tahu.

Ingat yang dilakukan dan dibuat hari ini bukanlah konsep yang sama dengan dulu. kini adalah masa dan wajah baru,ditambah denganorang-orang baru. kalau hanya sebagai pelampiasan yang berujung pada pemaksaan akan konsep, karena kegagalan masa lampau, lebih baik urungkan saja niat itu. kondisi yang tidak dapat diterima pada saat itu dan yang memperparah keadaan yaitu ketika seseorang mengundurkan diri, wah dengan ekspresi yang datar tanpa basa-basi langsung saja mengatakan ketidakpeduliannya. pemimpin macam apa itu???????

Bilang orang tak bisa menghandle, tanya diri Bung, kalau memang tahu konsep struktural dan organisasi apa pantas orang dilakukan seperti ini. kalau hanya untuk nepotisme semata, ya kerjakan saja sendiri, share job tak jelas dan hanya mementingkan unsur pertemanan tanpa mencoba membuka diri dan betukar pikiran, apa pantas disebut pemimpin.......?????? yaa sudahlah. siap kok untuk berhenti, kenapa harus takut?????

pemaksaan kehendak,ke sok tahuan, ke sok pemimpinan, ke sok wibawaan, ke sok hebatan, ke sok seriusan. hahahahah,malah jadi hancur ini emas Bung, bukan perak. Jadi, jangan dipaksakan. punya "gaweaan" sendiri tak menjamin diri mu tu hebat dalam memimpin, jelas saja kok.

hahahahaha . GAJE. ungkapan kekecewaan

10 Juli 2011

"i" adalah komitmen,cita-cita, dan impian

bekerja dan komitmen ada dua unsur kata yang tak bisa dipisahkan dimana ada komitmen pasti ada kerja. dimana ada kerja belum tentu ada komitmen.
ketika orang menyadurkan sesuatu kepada "i", berarti orang itu percaya bahwa "i" memiliki sesuatu yang membuat "i" dipercaya untuk melakukan itu.
"i" tahu bahwa "i" bukanlah orang bodoh yang terus menerima segala sesuatu yang ditawarkan, atau dalam arti kata hanya sebagai perami acara. tapi, "i" percaya bahwa "i" mampu melakukan itu.

hal yang "i" terima hari ini adalah bentuk dari legitimasi keinginan "i" yang ingin go to internasional. this is "i" dream. "i" hanya ingin membuktikan bahwa "i" adalah orang bersungguh-sungguh untuk melakukan sesuatu apakah itu kecil ataupun besar bentuknya tak jadi masalah, yang terpenting adalah keseriuasan "i" dalam melakukannya.

"i" masih teringat ketika seorang guru mengatakan "i" kamu adalah orang yang akan menjadi pemimpin besar pada nantinya. itulah yang membuat "i" terus semangat dalam menjalani kehidupan yang fana ini. oarang saja begitu yakin akan keberadaan diri "i" bagaimana bisa "i" tak begitu yakin akan keberadaan diri "i" sendiri.

semangant dalam bekerja dan komitmen itulah yang harus kutunjukkan agar impian dan cita-citaku bisa terwujud, ungkap "i"

rasa dan asa yang ingin ku raih

Kesalahan diri adalah cerminan dari segala sesuatu yang telah kita lakukan
ku bertanya apakah kesalahan yang telah ku lakukan itu?
rasa memiliki kah.........?
rasa sayang kah.........?
rasa cinta  kah............?
atau rasa hanya sekedar untuk melampiaskan nafsu........?

bingung ketika harus menjawab hal itu. karena rasa yang bergejolak didalam hati ini.tak ingin rasanya hilang. tapi, ada perasaan yang selalu membuat ku ingin menghilangkannya. rasa berdosa yang teramat berat.

ku tahu yang kulakukan itu salah. tapi, disatu sisi ku ingin rasa yang terpendam ini dapat terungkapkan. tak hanya  menjadi pelampiasan "nafsu" semata. tetapi, ada jawaban perasaan yang tulus dari rerumputan yang berserak dipadang rumput.. ku ingin mereka tahu asa yang kumiliki, asa yang ingin ku wujudkan.

tapi, baru kusadar setelah berpikr terus dan lama, apaka asa itu mungkin untuk ku yang seorang posesif, ingin rasanya berteriak,akan keadaanku yang sekarang. Tuhan tolonglah aku, i'm original cannot replaced.

kuingin dia,dia,dia dan mereka tahu akan hadirnya perasaan dan asa ku, yang takkan jadi angin lalu saja.