Tak peduli dia pernah atau sedang menjabat pemimpin dalam kestrukturan. tapi. kalau ilmu untuk menghadapi dan mengatur kondisi itu tak dia dapati, sama saja dengan "besar mulut".
![]() |
| ayo bersatu dan merangkul |
Dan yang paling menjijikan, ketika hanya menjadikan orang sebagai tameng atau cara untuk melihatkan bahwa ia adalah yang terbaik dan terhebat. Cuih, buang saja itu ke kali, atau campakkan saja ia. terlebih ketika penyakit ini telah menggerogoti, yang dinamakan dengan penyakit menang sendiri alias memaksakan kehendak alias sok tahu.
Ingat yang dilakukan dan dibuat hari ini bukanlah konsep yang sama dengan dulu. kini adalah masa dan wajah baru,ditambah denganorang-orang baru. kalau hanya sebagai pelampiasan yang berujung pada pemaksaan akan konsep, karena kegagalan masa lampau, lebih baik urungkan saja niat itu. kondisi yang tidak dapat diterima pada saat itu dan yang memperparah keadaan yaitu ketika seseorang mengundurkan diri, wah dengan ekspresi yang datar tanpa basa-basi langsung saja mengatakan ketidakpeduliannya. pemimpin macam apa itu???????
Bilang orang tak bisa menghandle, tanya diri Bung, kalau memang tahu konsep struktural dan organisasi apa pantas orang dilakukan seperti ini. kalau hanya untuk nepotisme semata, ya kerjakan saja sendiri, share job tak jelas dan hanya mementingkan unsur pertemanan tanpa mencoba membuka diri dan betukar pikiran, apa pantas disebut pemimpin.......?????? yaa sudahlah. siap kok untuk berhenti, kenapa harus takut?????
pemaksaan kehendak,ke sok tahuan, ke sok pemimpinan, ke sok wibawaan, ke sok hebatan, ke sok seriusan. hahahahah,malah jadi hancur ini emas Bung, bukan perak. Jadi, jangan dipaksakan. punya "gaweaan" sendiri tak menjamin diri mu tu hebat dalam memimpin, jelas saja kok.
hahahahaha . GAJE. ungkapan kekecewaan
