Halaman

27 Oktober 2012

BE TOTALLY TIME'S FOREVER

masih ingat hari itu, kegalauan itu.....ini bukan galau lantaran karena cinta, tapi galau lantaran siap-siap ikutan UKT alias Ujian Koprehensif Tertulis.....yang  kejadian perkaranya pada sabtu, 13 oktober 2012, dengan serangkaian agenda yang termodifikasi dalam bentuk soal yang rupanya sangat cukup menguras otak kiri dan kanan.....

ini dia beberapa pelaku kejadian perkara pada hari itu
1. iim eldapendra
2. arundina ditalystia
3. nurul ziqra
4. fanny resti ilhami
5. demi

ini wajah kami, yang dipaksakan untuk tersenyum manisss
5 manusia yang memaksakan senyum manis...dalam pertarungan...........
biarpun dikata kondisi ujiannya tidak seperti harapan yang semestinya (red:ngeri) tapi cukup membuat tulang leher dan pinggang jadi mati rasa....hehehhehe....

biarpun seperti itu.....tapi lumayanlah kondisinya......bisa juga dibuat pulang malam jadinya.....

kayaknya mohon ditunggu lagi..karean kayaknya lagi aku kekurangan bahan (komplit kekurangannya). jadi sekali lagi mohon maaf yaaaa...yaaa.....yaaa.......................

ntar bisa disambung lagi...heheheheh

MENGUAK REALITAS DIBALIK KELOGIKAAN PART 3

berpikir untuk melepaskan kepenatan sejenak.malah berakhir menjadi kegundahan hati yang tak berujung. mencoret-coret segala alam bawah sadar menjadi pelampiasan hati yang nantinya tidak akan pernah berujung.

ingin berlari sekuat tenaga. ingin berteriak bak meriam yang meledup.ingin menangis kayak bayi yang haus akan asi. semua itu, ingin benar-benar untuk dilakukan. tapi, ini harus kembali lagi dalam bentuk kelogikaan yang nyata.

aku adalah pria. bukan hanya sekedar kata-kata pembungkus identitas diri, tapi ini merupakan manifesto diri yang telah lama terjungkal dalam fatamorgana. angan-angan boleh berdecak keras. tapi, hati tak mampu untuk mengungkapkan. rasa hanya sebagian dari bentuk kekecewaan diri yang setiap hari telah terus merusak pandangan kelogikaan.

ingin "membunuh" sekali lagi daya dan kemampuan hanya berkutat kuat didalam angan-angan. aku bukan nya takut untuk membentak, tapi aku sadar "pria" ini hanya kuat dalam ketidaklogikaan. logika memang akan seringkali merusak kerealitisan aku. tapi berusaha bukan akhir untuk segalanya.

pejamkan mata, lemahkan badan, dan rasakan rasa mungkin akan membuat ku lebih paham dalam menjalani semua ini harus ada ketegasan hatil. tapi ketegasan seperti apa yang harus aku lakukan. bingung dan bingung senantiasa menjadi teman ku sampai hari ini.

bantuan-bantuan adalah mungkin jawaban barang kali....hmhmhm menghela nafas panjang