Halaman

27 Oktober 2012

MENGUAK REALITAS DIBALIK KELOGIKAAN PART 3

berpikir untuk melepaskan kepenatan sejenak.malah berakhir menjadi kegundahan hati yang tak berujung. mencoret-coret segala alam bawah sadar menjadi pelampiasan hati yang nantinya tidak akan pernah berujung.

ingin berlari sekuat tenaga. ingin berteriak bak meriam yang meledup.ingin menangis kayak bayi yang haus akan asi. semua itu, ingin benar-benar untuk dilakukan. tapi, ini harus kembali lagi dalam bentuk kelogikaan yang nyata.

aku adalah pria. bukan hanya sekedar kata-kata pembungkus identitas diri, tapi ini merupakan manifesto diri yang telah lama terjungkal dalam fatamorgana. angan-angan boleh berdecak keras. tapi, hati tak mampu untuk mengungkapkan. rasa hanya sebagian dari bentuk kekecewaan diri yang setiap hari telah terus merusak pandangan kelogikaan.

ingin "membunuh" sekali lagi daya dan kemampuan hanya berkutat kuat didalam angan-angan. aku bukan nya takut untuk membentak, tapi aku sadar "pria" ini hanya kuat dalam ketidaklogikaan. logika memang akan seringkali merusak kerealitisan aku. tapi berusaha bukan akhir untuk segalanya.

pejamkan mata, lemahkan badan, dan rasakan rasa mungkin akan membuat ku lebih paham dalam menjalani semua ini harus ada ketegasan hatil. tapi ketegasan seperti apa yang harus aku lakukan. bingung dan bingung senantiasa menjadi teman ku sampai hari ini.

bantuan-bantuan adalah mungkin jawaban barang kali....hmhmhm menghela nafas panjang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar