Halaman

16 April 2011

Peka bukan berarti skeptis akan pesona ke glamoran hidup si "pemangku"


semua orang dapat berkata "lebih baik begini", "lebih baik begitu"
adakalanya kita berpkir bahwa kehidupan hanya untuk menangis dan tertawa saja
bukan konsep pemikiran yang salah, tapi bagaimana kita peka akan kondisi yang ada.
orang menangis atau tertawa bukan karena dia yang mau, tapi kondisilah yang membuat mereka seperti itu
tak terbanyangkan berapa banyak air mata yang terbuang cuma-cuma dan itu pun bukan untuk hal yang penting
banyak air mata yang terbuang dinegeri ini hanya karena ulah "pemangku" kepentingan yang tak peka akan kondisi disekitarnya.
pandai berkoar dan beretrorika saja bukan jaminan air mata takkan menetes, malah karean ucapan "sampah" itulah air mata banyak terbuang.
tak terbayangkan berapa banyak "ha hi hu he ho"  yang terlepas dari "basoka" manusia, sekali lagi apakah itu jaminan si "pemangku" tahu apakah dia benar-benar bahagia
ya sekali lagi harus bisa membaca kondisi
kondisi yang realistis dan tak banyak mengandung propaganda alias bualan semata bin hanya melihat kondisi dari kulitnya saja.
"sampah" "bualan" "maksiat" dan hal-hal yang kotor bagi mereka "pemangku" yang tak pernah paham akan realita yang sebenarnya.
bukan maksud tuk "mengata-ngatai", hanya meminya untuk sekedar peka akan kondisi yang ada
akankah anda ingin tangisan ini tak terhenti selamanya
atau tertawaan yang terus kelaur tanpa ada makna didalamnya
sudah sewaktunya kita sadar, waktu adalah untuk berbuat bukan untuk sekedar menunggu apa yang akan diperbuat
mari rapatkan barisan atur strategi, siap untuk berbuat untuk menghentikan tangisan dan menciptakan tertawa yang penuh dengan makna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar